Kamu filateli juga?
Wah, asik nih kita sama, sehobi>.<
Buat kalian para filateli yang lagi cari benda2 filateli seperti prangko, sampul hari pertama (shp) / first day cover (fdc), full sheets stamp, mini sheets dan lainnya, erbe JUAL loh^^
Kalo mau lihat stok prangko jadul, kepoin instagram Area Filateli yaa,
https://www.instagram.com/areafilateli/
Yuk, sharing2 tentang prangko dan benda filateli lainnya,
Add OA Line erbe yaa,
https://line.me/R/ti/p/%40zom8099g
Makasih banyak^^
Saam Filateli!>.<
RiskyRB
Monday, July 9, 2018
Monday, February 18, 2013
February, 17th 2013~ @IXB_JHS9♥
17 Februari 2013~ @IXB_JHS9♥
Ini pas lagi di sekolah, mau otw ke rumah Reva;D
(Dari kiri atas) Shinta, RB (gua), Hana, Gemilau, Jenny, Dhika, Sindy dan Tika ;p
(Dari kiri atas) Dhika, Jenny, Gemilau, Novela, Alfi, RB (gua), Hana, Shinta, Sindy, Tika, Trias dan Dewi
(Dari kiri atas) RB (gua), Jenny, Novela, Alfi, Shinta, Dhika, Hana, Gemilau, Sindy, Tika, Trias dan Dewi.
(Dari kiri atas) Dhika, Jenny, Gemilau, Novela, Alfi, RB (gua), Hana, Shinta, Sindy, Tika, Trias dan Dewi.
(Dari kiri atas) RB (gua), Jenny, Novela, Alfi, Shinta, Shinta, Dhika, Hana, Gemilau, Sindy, Tika, Trias dan Dewi.
Hahaasli, seruseruan banget nih dirumah Reva \=D/
Gak terlupakan deh;p
Semoga kapan" bisa jalan bareng lagi ya, yang lebih seru;D
Thanks for today guys;;) Berkesan banget!{}
Saturday, December 8, 2012
Christina Perri - A Thousand Years
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more
One step closer
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more
One step closer
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more
Sunday, November 25, 2012
RASA
BAHAGIA. Itu yang aku rasakan saat kamu ada dan menemani aku di hari-hari sepi aku.
Awalnya biasa.
Tetapi lama-kelamaan aku semakin menyukai kamu karena sikap hangat dan perhatian yang kamu beri buat aku, saat itu.
Dan pada hari itu, aku merasa sangat bahagia.
Ya, mungkin akulah orang paling bahagia pada hari itu.
Aku terbang bersama kamu.
Terbang di angkasa khayal milik kita.
Khayalan itu ibarat tali yang seperti sayap yang membawa aku terbang jauh.
Aku terbang semakin tinggi, tinggi sekali.
Tanpa memikirkan resiko akan terjatuh.
Karena seperti kata pepatah, semakin tinggi meloncat semakin sakit jatuhnya.
Hingga saat itu tiba.
Saat yang sangat aku takutkan.
Yang aku tau suatu saat pasti akan datang.
Dengan tega, kamu putuskan tali yang membawa aku terbang tinggi.
Kamu tidak memikirkan apa akibat dari perbuatan kamu itu.
Kamu egois. Tidak memikirkan bagaimana perasaan aku.
Bahkan kamu tidak peduli.
Aku terjatuh.
Hancur berkeping-keping.
Sakit sekali rasanya.
Kemudian kamu berjanji sesuatu.
Yang dapat membuatku sedikit lebih ceria dan tegar.
Tak pernah kukira.
Tak pernah sedikit pun aku bayangkan.
Kamu ingkari semua janji kamu.
Kamu buang aku.
Kamu pergi, tinggalkan aku.
Aku yang telah hancur dan setelah semua itu terjadi, menjadi butiran debu.
Kamu menghilang, dan tidak kembali.
Jujur saja, aku merasa sangat kesepian.
Hari-hari aku kembali terasa sangat sepi, setelah kamu menghilang.
Berjuta kali lipat rasa sakitnya luka yang aku rasakan karena kamu.
Aku berharap, kamu akan kembali sebagai sahabat.
Tepati janji kamu. Temani aku lagi.
Dengan sifat dan sikap lebih baik, seperti yang aku mau.
Semoga kamu dapat mengerti.
Hanya kali ini saja, hanya untuk aku.
KAMU. Alasan aku dapat tersenyum, tertawa, menangis dan tegar.
Kamu mengenalkan aku pada segalanya.
Bahkan pada banyak hal yang belum pernah aku rasakan.
Rasa senang, sedih, sakit, kecewa dan bahagia.
Karena kamu, alasan mengapa aku menjadi seorang yang tegar.
Terima kasih untuk semuanya.
(RB)
Awalnya biasa.
Tetapi lama-kelamaan aku semakin menyukai kamu karena sikap hangat dan perhatian yang kamu beri buat aku, saat itu.
Dan pada hari itu, aku merasa sangat bahagia.
Ya, mungkin akulah orang paling bahagia pada hari itu.
Aku terbang bersama kamu.
Terbang di angkasa khayal milik kita.
Khayalan itu ibarat tali yang seperti sayap yang membawa aku terbang jauh.
Aku terbang semakin tinggi, tinggi sekali.
Tanpa memikirkan resiko akan terjatuh.
Karena seperti kata pepatah, semakin tinggi meloncat semakin sakit jatuhnya.
Hingga saat itu tiba.
Saat yang sangat aku takutkan.
Yang aku tau suatu saat pasti akan datang.
Dengan tega, kamu putuskan tali yang membawa aku terbang tinggi.
Kamu tidak memikirkan apa akibat dari perbuatan kamu itu.
Kamu egois. Tidak memikirkan bagaimana perasaan aku.
Bahkan kamu tidak peduli.
Aku terjatuh.
Hancur berkeping-keping.
Sakit sekali rasanya.
Kemudian kamu berjanji sesuatu.
Yang dapat membuatku sedikit lebih ceria dan tegar.
Tak pernah kukira.
Tak pernah sedikit pun aku bayangkan.
Kamu ingkari semua janji kamu.
Kamu buang aku.
Kamu pergi, tinggalkan aku.
Aku yang telah hancur dan setelah semua itu terjadi, menjadi butiran debu.
Kamu menghilang, dan tidak kembali.
Jujur saja, aku merasa sangat kesepian.
Hari-hari aku kembali terasa sangat sepi, setelah kamu menghilang.
Berjuta kali lipat rasa sakitnya luka yang aku rasakan karena kamu.
Aku berharap, kamu akan kembali sebagai sahabat.
Tepati janji kamu. Temani aku lagi.
Dengan sifat dan sikap lebih baik, seperti yang aku mau.
Semoga kamu dapat mengerti.
Hanya kali ini saja, hanya untuk aku.
KAMU. Alasan aku dapat tersenyum, tertawa, menangis dan tegar.
Kamu mengenalkan aku pada segalanya.
Bahkan pada banyak hal yang belum pernah aku rasakan.
Rasa senang, sedih, sakit, kecewa dan bahagia.
Karena kamu, alasan mengapa aku menjadi seorang yang tegar.
Terima kasih untuk semuanya.
(RB)
TINTA
Rasa sayang kamu ke aku itu ibarat tinta.
Tinta yang tertulis diatas kertas kosong.
Kertas kosong itu hati aku.
Yang kosong karena tidak ada yang mengisi dan menghiasi.
Saat itu, kamu sayang aku. Yeah, aku percaya itu.
Karenanya, perlahan kamu goreskan tinta diatas kertas itu.
Hingga menjadi rangkaian kata-kata indah.
Tertulis pula nama kamu dan aku.
Aku sangat kagum dan bahagia karenanya.
Hingga tiba saat yang sangat aku takutkan.
Saat dimana tinta pada kertas tersebut semakin lama semakin memudar.
Memudar karena tetesan air yang semakin lama semakin membasahi kertas itu.
Tetesan air itu keraguan dan ketidakpercayaan kamu.
Keraguan dan ketidakpercayaan kamu bahwa aku sayang kamu,
Dan menerima kamu apa adanya dengan hati yang tulus.
Lalu, kertas itu rusak, rapuh dan menyisakan sedikit bekas tinta yang telah memudar.
Ya, hati aku rapuh.
Dan rasa sayang kamu memudar dan perlahan menghilang karena keraguan dan ketidakpercayaan.
Sangat sakit rasanya karena diragukan dan tidak dipercaya kamu.
Lalu, kamu remukkan kertas itu hingga menjadi lusuh.
Kamu buang kertas itu.
Dan kamu tinggalkan kertas itu begitu saja.
Ya, kamu remukkan hati aku, kamu buang aku, lalu kamu tinggal pergi.
Kamu menghilang.
Melupakan semua janji manis kamu.
Dan aku mendapat bukti pahitnya.
Kamu tidak akan tau betapa sakitnya.
Kamu tidak akan peduli dengan aku.
Aku, yang saat ini kecewa dan kesepian.
Karena kamu tinggal pergi.
Hati aku lusuh dan rapuh.
Bahkan hancur karena kamu.
(RB)
Tinta yang tertulis diatas kertas kosong.
Kertas kosong itu hati aku.
Yang kosong karena tidak ada yang mengisi dan menghiasi.
Saat itu, kamu sayang aku. Yeah, aku percaya itu.
Karenanya, perlahan kamu goreskan tinta diatas kertas itu.
Hingga menjadi rangkaian kata-kata indah.
Tertulis pula nama kamu dan aku.
Aku sangat kagum dan bahagia karenanya.
Hingga tiba saat yang sangat aku takutkan.
Saat dimana tinta pada kertas tersebut semakin lama semakin memudar.
Memudar karena tetesan air yang semakin lama semakin membasahi kertas itu.
Tetesan air itu keraguan dan ketidakpercayaan kamu.
Keraguan dan ketidakpercayaan kamu bahwa aku sayang kamu,
Dan menerima kamu apa adanya dengan hati yang tulus.
Lalu, kertas itu rusak, rapuh dan menyisakan sedikit bekas tinta yang telah memudar.
Ya, hati aku rapuh.
Dan rasa sayang kamu memudar dan perlahan menghilang karena keraguan dan ketidakpercayaan.
Sangat sakit rasanya karena diragukan dan tidak dipercaya kamu.
Lalu, kamu remukkan kertas itu hingga menjadi lusuh.
Kamu buang kertas itu.
Dan kamu tinggalkan kertas itu begitu saja.
Ya, kamu remukkan hati aku, kamu buang aku, lalu kamu tinggal pergi.
Kamu menghilang.
Melupakan semua janji manis kamu.
Dan aku mendapat bukti pahitnya.
Kamu tidak akan tau betapa sakitnya.
Kamu tidak akan peduli dengan aku.
Aku, yang saat ini kecewa dan kesepian.
Karena kamu tinggal pergi.
Hati aku lusuh dan rapuh.
Bahkan hancur karena kamu.
(RB)
SIKAP
Sikapmu terhadapku sangatlah berbeda dengan sikapku terhadapmu
Ya, hingga sekarang sikapku terhadapmu masih hangat
Tetapi sekarang, sikapmu terhadapku begitu dingin
Sangatlah berbeda dengan dirimu yang dulu
Mengapa sikapmu berubah begitu cepat?
Apa yang merubah sikapmu sedemikian cepat?
Aku tak tau mengapa
Hanya kamu yang tau jawabnya
Dekatlah padaku
Aku akan berusaha merubah sikapmu menjadi hangat
Dengan ketulusan dan kesabaranku
Tetapi, jika sikapmu terhadapku tak kunjung mereda
Maka, sikapku akan berubah sepertimu
Dirimu yang sekarang, dingin
Berubah karenamu
(RB)
Subscribe to:
Comments (Atom)



